profil lulusan
01.
Industrial Digital Engineer
Kompetensi Inti:
Mampu menggabungkan mesin produksi dengan teknologi digital agar proses kerja lebih efisien. Menggunakan software desain (CAD/CAM) untuk membuat dan mensimulasikan produk. Dapat mengoperasikan mesin CNC dan robot industri. Mampu menghubungkan mesin dengan sensor dan sistem komputer. Bisa melakukan perawatan dan perbaikan mesin. Memahami gambar teknik sesuai standar industri. Mengambil dan memanfaatkan data dari mesin untuk meningkatkan kinerja produksi.
Kompetensi Pendukung:
Berpikir logis dan sistematis, mampu memecahkan masalah, memahami keselamatan kerja (K3), serta mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang industri.
02.
IoT & Production Monitoring Engineer
Kompetensi Inti:
Mampu membuat sistem pemantauan produksi berbasis IoT (Internet-of-Thing). Menghubungkan sensor, mesin, dan sistem kontrol untuk memantau kondisi produksi secara real-time. Mengelola tampilan data (dashboard) agar mudah dipahami. Mengatur jaringan komunikasi antar mesin. Mengolah dan menyimpan data produksi, baik di perangkat lokal maupun cloud, serta menjaga keamanan sistem.
Kompetensi Pendukung:
Memahami alur produksi, mampu menemukan hambatan proses, bisa memperbaiki sistem monitoring jika terjadi masalah, serta mampu membuat laporan berbasis data.
03.
OEE & Continuous Improvement Engineer
Kompetensi Inti:
Mampu mengukur dan meningkatkan kinerja mesin dan produksi (OEE). Menggunakan metode perbaikan berkelanjutan seperti Lean, Six Sigma, dan Kaizen. Menganalisis data untuk menemukan penyebab masalah dan mengurangi pemborosan. Melakukan perbaikan proses agar lebih cepat, hemat, dan efisien.
Kompetensi Pendukung:
Mampu bekerja sama dengan berbagai tim, memahami proses bisnis dasar, mampu mengambil keputusan berdasarkan data, serta terbuka terhadap cara kerja baru yang lebih baik.
04.
DIGITAL TRANSFORMATION PROJECT OFFICER
Kompetensi Inti:
Mampu merencanakan perubahan dari sistem manual ke sistem digital di industri. Mengelola proyek transformasi digital dari awal sampai selesai. Membuat perencanaan biaya dan manfaat. Mengembangkan sistem produksi yang lebih modern (smart manufacturing). Mengidentifikasi risiko dan mencari solusi selama proyek berjalan.
Kompetensi Pendukung:
Memiliki jiwa kepemimpinan, mampu bekerja dalam tim, komunikatif dengan berbagai pihak, serta mampu menggunakan tools manajemen proyek.
05.
SMART FACTORY SPECIALIST
Kompetensi Inti:
Mampu merancang dan menjalankan pabrik berbasis teknologi (smart factory). Menghubungkan berbagai sistem seperti produksi, data, dan manajemen agar saling terintegrasi. Memantau proses produksi secara langsung (real-time). Menggunakan data dan teknologi (IoT dan AI sederhana) untuk meningkatkan efisiensi. Memahami konsep pabrik digital secara menyeluruh.
Kompetensi Pendukung:
Memahami alur bisnis industri, mampu menganalisis data operasional, menyelesaikan masalah yang kompleks, bekerja sama lintas bagian, serta menjaga keamanan sistem industri.
