KUNJUNGAN PRODI TRII KE ROKLIVE 2026: Eksplorasi Digital Manufacturing melalui FactoryTalk

 Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri (TRII) melaksanakan kunjungan akademik ke kegiatan ROKLive Jakarta 2026 yang diselenggarakan oleh Rockwell Automation di The Westin Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman terhadap perkembangan teknologi industri, khususnya dalam bidang otomasi dan transformasi digital manufaktur.

ROKLive merupakan forum industri yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas inovasi terkini dalam sistem produksi, integrasi teknologi, serta pengelolaan data industri. Melalui kegiatan ini, diperoleh gambaran komprehensif mengenai arah perkembangan industri yang semakin menekankan pada konektivitas, efisiensi, dan pemanfaatan data secara real-time.

Berbagai sesi yang diselenggarakan dalam ROKLive menyoroti bagaimana industri modern bergerak menuju integrasi menyeluruh antara sistem operasional dan sistem informasi. Pendekatan ini tidak lagi hanya berfokus pada otomatisasi proses, tetapi juga pada kemampuan sistem dalam mengelola data, melakukan analisis, serta mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.

Konsep ini menjadi landasan utama dalam implementasi industri berbasis digital, di mana seluruh elemen produksi saling terhubung dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pemaparan mengenai platform FactoryTalk dari Rockwell Automation. FactoryTalk merupakan ekosistem perangkat lunak yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai fungsi dalam sistem manufaktur, mulai dari pengendalian proses hingga pengolahan data produksi.

Platform ini memungkinkan:

  • Monitoring proses produksi secara real-time
  • Integrasi data antar sistem dan perangkat
  • Analisis performa produksi berbasis data
  • Optimalisasi proses melalui pendekatan digital

Dalam konteks sistem industri, FactoryTalk memiliki peran yang berbeda dibandingkan dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning). ERP berfokus pada pengelolaan proses bisnis seperti keuangan, logistik, dan sumber daya manusia, sementara FactoryTalk beroperasi langsung pada level produksi.

Melalui integrasi antara kedua sistem tersebut, tercipta konektivitas antara aspek bisnis dan operasional, namun peran FactoryTalk tetap menjadi inti dalam pengelolaan proses manufaktur secara langsung.

Konsep yang diusung oleh FactoryTalk menunjukkan keselarasan yang kuat dengan pendekatan keilmuan dalam bidang Digital Manufacturing, yang menjadi fokus utama Prodi TRII. Pendekatan ini tidak hanya mencakup aspek manajerial, tetapi juga menyentuh seluruh dimensi dalam sistem manufaktur.

Cakupan tersebut meliputi:

  • Sistem kontrol industri dan SCADA
  • Manufacturing Execution System (MES)
  • Integrasi Industrial Internet of Things (IIoT)
  • Pengolahan dan analisis data produksi

Dengan ruang lingkup yang menyeluruh, Digital Manufacturing mampu mengelola proses produksi secara end-to-end, mulai dari level operasional hingga integrasi data. Dalam hal ini, FactoryTalk dapat dipandang sebagai implementasi nyata dari konsep tersebut di dunia industri.

Dibandingkan dengan ERP yang berorientasi pada sistem bisnis, pendekatan Digital Manufacturing memberikan kendali langsung terhadap proses produksi, sehingga lebih relevan dalam konteks pengelolaan manufaktur modern.

Kunjungan ke ROKLive 2026 memberikan wawasan yang mendalam mengenai perkembangan teknologi industri, khususnya dalam integrasi sistem dan transformasi digital manufaktur. Pemahaman terhadap platform seperti FactoryTalk menjadi penting dalam melihat bagaimana industri mengelola produksi secara modern dan berbasis data.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat arah pengembangan keilmuan Digital Manufacturing, serta mendorong kesiapan dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks dan terintegrasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *