22 September 2026 — Program Studi Teknologi Rekayasa Informatika Industri (TRII) / Digital Manufacturing Politeknik ATMI Surakarta terus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di kampus dan kebutuhan nyata dunia industri. Salah satunya melalui kegiatan benchmarking untuk menggali praktik otomasi, robotika, digitalisasi, dan pengelolaan data dalam proses manufaktur.
Kunjungan ke PT Golden Inovasi Indonesia (PT GII) memberikan gambaran langsung mengenai penerapan teknologi otomasi dan robotika pada industri racking. Tim TRII bersama beberapa pengajar Politeknik ATMI Surakarta dengan kompetensi di bidang kontrol dan otomasi berkesempatan melihat penerapan otomasi pada proses painting, serta penggunaan robotika pada proses bending dan punching plat. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi kontrol, otomasi, dan robotika diterapkan dalam proses manufaktur untuk mendukung produktivitas, konsistensi kualitas, dan efisiensi produksi.
Diskusi dengan pihak industri juga memberikan wawasan mengenai kebutuhan digitalisasi dan pengelolaan data dalam mendukung proses manufaktur. Bagi TRII, hal ini memperkuat pemahaman bahwa Industry 4.0 tidak berhenti pada otomasi mesin, tetapi mencakup integrasi antara mesin, proses produksi, data, dan sistem informasi.
Belajar dari Proses Manufaktur Produk Keamanan di PT GESI
Benchmarking dilanjutkan ke PT Golden Excellent Safes Indonesia (GESI) yang memberikan perspektif mengenai proses manufaktur produk brankas keamanan. Kunjungan ini memperlihatkan peluang penerapan otomasi dan digitalisasi untuk mendukung efisiensi, konsistensi kualitas, serta keterlacakan proses produksi.
Kebutuhan integrasi antartahapan produksi menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikembangkan lebih lanjut. Informasi yang dihasilkan dari setiap proses memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam monitoring produksi, evaluasi kualitas, dan continuous improvement.
Dari Temuan Industri Menuju Kasus Pembelajaran Mahasiswa
Hasil benchmarking menjadi referensi dalam pengembangan Center of Excellence (CoE) Industry 4.0 TRII. Praktik dan kebutuhan yang ditemukan di industri dapat dikembangkan menjadi kasus pembelajaran, project-based learning (PjBL), maupun continuous improvement project bagi mahasiswa.
Fokus pengembangan meliputi Industrial Automation, Industrial IoT (IIoT), Digital Metrology, Real-Time Quality Monitoring, dan Data Analytics.
CoE Industry 4.0 TRII diarahkan bukan sekadar sebagai tempat mempelajari teknologi, tetapi sebagai laboratorium pemecahan masalah industri. Melalui fasilitas seperti sistem monitoring mesin berbasis sensor, data acquisition, digital quality control, serta dashboard monitoring dan analitik, mahasiswa dapat belajar mengintegrasikan data dari proses produksi hingga menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan.
Dengan demikian, proyek mahasiswa dapat dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan permasalahan nyata di industri, mulai dari monitoring kondisi mesin, integrasi data produksi, digital metrology, quality monitoring, hingga improvement proses.
Bagi TRII, benchmarking menjadi lebih dari sekadar kegiatan kunjungan. Teknologi menjadi sumber pembelajaran, permasalahan industri menjadi peluang proyek, dan data menjadi dasar untuk menghasilkan solusi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TRII membangun pendidikan vokasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan Industry 4.0 dan kebutuhan industri masa depan.
